PERANAN SIKLUS EKONOMI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

Posted: April 11, 2011 in Uncategorized

SIKLUS EKONOMI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

Keynesian sedang dielu-elukan seiring dengan gagalnya kapitalisme yang menghantam dunia. Deregulasi dituding sebagai akar kegagalan sistem ekonomi dunia.

Tapi bila menengok lebih dalam akan ditemukan adanya sebuah siklus ekonomi yang besar yang terlibat. Kapitalisme dan deregulasi tidak salah sepenuhnya. Perlu diingat bahwa ilmu ekonomi bermula atas “ketidakseimbangan (unbalance)”, ketika sumber daya dari suatu geografis tertentu akan melakukan pemenuhan dengan daerah/orang dengan sumber daya yang dibutuhkan. Dari ketidakseimbangan menuju keseimbangan (balance) dalam pemenuhan, sebuah siklus yang terus bergerak disebabkan oleh proses menuju balance. Siklus ekonomi menyebabkan adanya kekosongan sementara atas pemenuhan kesetimbangan yang membuat siklus berputar.

Manusia dengan akal budi dan niat (brain & will) berupaya memenuhi balance tersebut dan kemudian dilakukan pemenuhan keseimbangan secara sistematis, lahirlah sebuah ilmu ekonomi. Namun, dari ilmu ekonomi jua tercipta campur tangan manusia yang tidak murni, yang menyebabkan adanya kesetimbangan yang berlebihan dan keinginan untuk lepas dari siklus ekonomi.

Krisis yang terjadi pada saat ini merupakan hasil dari siklus ekonomi, bila sistem ekonomi dinilai sebagai sebuah bola yang besar dengan sumber daya bernilai tetap, nilai ekonomi (economic value) adalah tetap. Namun, dalam sistem nyata yang diterapkan di dunia, siklus roda penggerak yang berdasarkan unbalance ini terhenti. Negara-negara besar yang berupaya keluar dari siklus enggan berada pada kekosongan sementara untuk menggerakkan roda ekonomi mereka. Dalam siklus selalu ada pergiliran antarpemilik sumber daya. Ada negara miskin (wanton resourceful) dan negara kaya (resourceful state), itu keniscayaan dan berlangsung reciprocating dan reversible.

Namun, pada prakteknya negara-negara yang berada di atas siklus (resourceful state) tidak ingin berada pada posisi yang berlawanan. Keinginan dan niat ini yang menjadi roda siklus dilangkahi dan diingkari. Negara yang memegang kekuasaan tertentu “ingin” lepas dari siklus, Bretton Woods pun gagal karena hal ini. Negara dengan deregulasi pasar bebas akan menumpuk keinginan dan sebuah global prosperity pun hanya mimpi. Bretton Woods gagal lebih disebabkan oleh Amerika lebih punya niat untuk lepas dari kesetimbangan dunia yang didasarkan pada emas tersebut. Ketika kekuasaan pengatur kesetimbangan bisa diambil, maka nilai ekonomi pengambil tidak akan masuk pada keniscayaan siklus. Inilah pentingnya pembentukan board economy yang diatur dengan “niat baik” untuk global prosperity. Bukan oleh salah satu negara atau pemilik resource. Mungkin sebuah kumpulan ahli tanpa tendensi.

Sosialisme, komunisme, dan sistem-sistem ekonomi lainnya mungkin telah benar-benar mati dan kalah, tapi liberalisme dan kapitalisme pun akan mati. Sejarah siklus ekonomi membuktikan sistem-sistem ini hanya rebirth menjadi sistem ekonomi adaptif di kemudian hari. Sistem sosialisme, komunisme, dan sistem-sistem lain berubah dan diadaptasikan menjadi model neo, sebuah koreksi disebabkan oleh sistem telah mengalami kejatuhan dan kegagalan.

Yang perlu dicermati dalam sejarah pembentukan ekonomi dunia hingga saat ini adalah perputaran siklus–yang dilambangkan dengan value debit-kredit–yang semakin tersebar dalam paket-paket yang besar. Ini berarti negara yang berada di atas siklus (yang survive atau resourceful state) akan mempunyai nilai ekonomi sangat berlebih dan menahan sebagian besar dari sumber daya ekonomi dunia.

Paket-paket besar yang dipunyai oleh negara di atas siklus akan membebani kesetimbangan sehingga sistem akan jatuh. Krisis yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh hal ini. Hal ini terlihat dari makin pendeknya rentang waktu antarkrisis yang terjadi di dunia. Krisis yang tercatat pada Cina kuno hanya terjadi pada pergantian dinasti dan dalam jarak ratusan tahun, sedangkan jarak antara Great Depression, krisis Perang Dunia, krisis dotcom, dan krisis Asia dan krisis subprime mortgage yang terjadi pada saat ini semakin memendek. Tidak diragukan lagi bila negara-negara di dunia masih punya niat untuk merusak balance atas siklus ekonomi dunia di kemudian hari, maka jarak antarsiklus krisis pun akan berjarak kurang dari 5 tahun.

Suatu siklus krisis ekonomi akan terus berulang dengan cara yang sama dan disebabkan oleh akar masalah yang sama dan sebuah ekonomi yang ideal pun adalah mustahil. Setidaknya sampai manusia menemukan tujuan dan atau musuh yang sama.

Siklus ekonomi secara teratur terus berulang dalam pengembangan ekonomi pasar. Kecenderungan keseluruhan pertumbuhan ekonomi disertai dengan fluktuasi periodik dalam kegiatan ekonomi: Alternatif kontraksi dan ekspansi produksi, mengurangi investasi, dan meningkatkan tingkat pendapatan, pekerjaan, harga, suku bunga, tingkat efek. Siklus kegiatan ekonomi terdiri dari empat tahap: Ekspansi, Puncak, Resesi dan Bawah.

Ekspansi

Setelah mencapai titik terendah dari siklus terdapat tahap pemulihan, yang dicirikan oleh pertumbuhan lapangan kerja dan produksi. Banyak ekonom percaya bahwa tahap ini memiliki inflasi yang rendah sampai perekonomian mulai beroperasi pada kapasitas penuh atau, dengan kata lain, sampai mencapai puncaknya.

Puncak

Sebuah puncak, atau puncak siklus bisnis, adalah titik tertinggi pemulihan ekonomi. Pada titik ini, pengangguran mencapai tingkat terendah atau menghilang seluruhnya dan ekonomi yang beroperasi dengan beban maksimal (atau dekat dengan itu), yaitu seluruh ibukota negara dan sumber daya tenaga kerja yang terlibat dalam produksi. Biasanya, meskipun tidak selalu, selama peningkatan tekanan puncak inflasi.

Resesi

Resesi adalah periode dari mengurangi output dan kegiatan usaha. Sebagai hasil dari kontraktor pasar, penurunan biasanya ditandai dengan menumbuhkan pengangguran. Sebagian besar ekonom percaya bahwa penurunan ekonomi atau resesi hanya penurunan dalam kegiatan usaha, yang berlangsung setidaknya enam bulan.

Bawah

Bawah siklus ekonomi adalah titik terendah dari produksi dan kerja. Hal ini diyakini bahwa pencapaian bawah adalah akhir dari resesi karena fase siklus tidak panjang. Namun sejarah tahu dan pengecualian aturan ini. Depresi Besar 1930-an berlangsung selama hampir sepuluh tahun.

siklus panjang adalah siklus ekonomi dengan durasi lebih dari 10 tahun. Kadang-kadang mereka disebut dengan nama-nama peneliti mereka.
• Siklus Investasi (7-11 tahun) yang dipelajari oleh Clement Juglar;
• Siklus investasi Infrastruktur (15-25 tahun) yang dipelajari oleh Simon Kuznets;
• Seri Kondratieff (45-60 tahun) yang digambarkan oleh ekonom Rusia Nikolai Kondratiev;
• Siklus Forrester (200 tahun) dijelaskan oleh insinyur Amerika Jay Forrester.

Siklus kegiatan ekonomi bervariasi dan berbeda dalam durasi, durasi fase individu, ketinggian maksimum dan kedalaman minimum’s. Dalam kondisi saat ini, siklus fluktuasi smoothing dan kegiatan usaha adalah tanda dan interval antara krisis menjadi lebih lama, mengurangi kedalaman dan kekuatan destruktif . Paling sering, krisis ini digantikan oleh resesi ringan.

Meskipun dianggap bahwa perubahan dalam kegiatan usaha secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan siklus ekonomi, ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi perekonomian. Yang paling penting dari ini adalah fluktuasi musiman dan tren jangka panjang. Pengaruh variasi musiman diamati pada waktu tertentu, misalnya, tak lama sebelum Natal atau Paskah ketika kegiatan usaha meningkat secara dramatis, terutama dalam perdagangan ritel. Dalam industri lainnya seperti pertanian, industri mobil dan konstruksi ada juga variasi musiman. Sekuler menentukan tren peningkatan jangka panjang atau penurunan pertumbuhan ekonomi.

Siklus ekonomi sering dikaitkan dengan perubahan volume output. Banyak ekonom percaya bahwa output biasanya diukur dengan produk domestik bruto (PDB) dan indikator yang paling dapat diandalkan perekonomian. Penting untuk dicatat bahwa siklus ekonomi dalam fase pemulihan ini terbukti tidak mengurangi peningkatan PDB, tetapi langkah dari peningkatan tersebut. Nilai negatif dari laju pertumbuhan selama periode waktu tertentu, biasanya enam bulan atau lebih, dianggap sebagai tanda perlambatan dalam perekonomian. Sebaliknya, konsisten tinggi, dari bulan ke bulan, tingkat pertumbuhan menunjukkan bahwa ekonomi sedang booming.

Siklus kegiatan ekonomi berhubungan dengan siklus ekonomi kecil sepanjang 10 tahun. Dikembangkan dengan latar belakang sebuah siklus besar pembangunan ekonomi hingga 50-60 tahun. siklus besar diidentifikasi oleh Kondratyev seorang ekonom Rusia. Mereka terdiri dari fluktuasi ke atas dan ke bawah dalam kondisi ekonomi, yang masing-masing berlangsung selama 30 tahun. siklus besar didasarkan pada perubahan revolusioner dalam teknologi, desain dan kebutuhan produksi. Transisi ke masyarakat pasca-industri di negara maju bertepatan dengan gelombang terpanjang kelima dari siklus Kondratyev. Awal fase ke atas dikaitkan dengan restrukturisasi ekonomi berdasarkan profil tinggi dan ilmu pengetahuan teknologi intensif.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s