TUGAS KELOMPOK PENGANTAR BISNIS FRANCHISE

Posted: Oktober 17, 2010 in Uncategorized

TUGAS 2
FRANCHISE
“ KEBAB TURKI BABA RAFI ”

Nama Kelompok :
Bena Hardinata : 21210374
Miftakhul Khoiri : 24210397
Satrio Budi Perkasa : 26210411

Kelas :

1EB01
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI

Kata Pengantar
Puji syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT, dengan izin-Nyalah
makalah ini dapat diselesaikan.
Dalam proses penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan dan
kesulitan yang penulis alami,namun berkat dorongan dan bantuan serta
bimbingan dari semua pihak, segala hambatan serta kesulitan tersebut
dapat teratasi. Oleh karena itu tidaklah berlebihan bila kami mengucapkan
terima kasih kepada :
1. Orang Tua kami yang telah banyak memberikan bantuan, baik moral
maupun material.
2. Septi Mariani T.R., SE., MM, SE, MM selaku dosen akademik yang
dengan sabar memotivasi kami selama penyusunan makalah ini.
3. Teman-teman yang juga banyak membantu kami serta pihak-pihak
perorangan atau Instansi terkait yang tidak bisa kami ucapkan terima kasih
satu persatu.

Mudah-mudahan bantuan dan bimbingan yang telah diberikan kepada kami
mendapat imbalan dari Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya penulis berharap
semoga penulisan makalah ini bermanfaat bagi banyak orang. Amin

Depok, 16 Oktober 2010

Penulis
Pendahuluan
Franchise sendiri berasal dari bahasa latin yakni francorum rex yang artinya “bebas dari ikatan”, yang mengacu pada kebebasan untuk memiliki hak usaha. Pengertian Franchising (Pewaralabaan) adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang atau jasa . Secara sederhana, benang merah waralaba adalah penjualan paket usaha komprehensif dan siap pakai yang mencakup merek dagang, material dan pengolaan manajemen. Oleh karena itu, pihak-pihak yang terlibat dalam franchising. Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba ialah: Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
(pewaralabaan) terbagi atas 2 segmen yakni :
• Franchisor atau pemberi waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya. Franchisor sudah harus siap dengan perlengkapan operasi bisnis dan kinerja manajemen yang baik, menjamin kelangsungan usaha dan distribusi bahan baku untuk jangka panjang, serta menyediakan kelengkapan usaha sampai ke detail yang terkecil. Franchisor juga sudah harus menyediakan perhitungan keuntungan yang didapat, neraca keuangan yang mencakup BEP (Break Event Point) dan ROI (Return On Investment).
• Franchisee atau penerima waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba. Franchisee hanya menyediakan tempat usaha dan modal sejumlah tertentu bergantung pada jenis waralaba yang akan dibeli. Namun franchisee juga mempunyai kewajiban non-finansial yang sangat esensial yakni menjaga image produk waralaba. Franchisee mempunyai dua kewajiban finansial yakni membayar franchise fee dan royalti fee. Franchise fee adalah jumlah yang harus dibayar sebagai imbalan atas pemberian hak intelektual pemberi waralaba, yang dibayar untuk satu kali (one time fee) di awal pembelian waralaba. Royalti fee adalah jumlah uang yang dibayarkan secara periodik yang merupakan persentase dari omzet penjualan. Nilai franchisee fee dan royalti fee ini sangat bervariatif, bergantung pada jenis waralaba.
Sejarah Waralaba (franchising)
Waralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca ColaNamun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry ditahun 1898. Contoh lain di AS ialah sebuah sistem telegraf, yang telah dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi dikendalikan oleh Western Union serta persetujuan eksklusif antar pabrikan mobil dengan dealer. Waralaba saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restauran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restauran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J. Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor) dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA.
Jenis waralaba
Waralaba dapat dibagi menjadi dua:
• Waralaba luar negeri/asing adalah waralaba yang berasal dari luar negeri, jenis waraaba ini cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi. Contohnya : McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, Bread Talk, Starbucks, Pizza Hut, dll.
• Waralaba dalam negeri adalah waralaba yang berasal dari dalam negeri, jenis wara laba ini juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.contoh wara laba local : Primagama, Alfamart, Martha Tilaar, Roti Buana, Edward Forrer, Bogasari Baking Center dan berbagai nama lainnya.
Tipe-tipe franchising (waralaba)
Dalam praktek pelaksanaannya, dapat dijumpai beberapa tipe franchising, yaitu :
1. trade name franchising
dalam tipe ini franchisee memperoleh hak untuk memproduksi, sebagai contoh, PT. Great River memiliki hak untuk memproduksi pakaian dalam Triumph dengan lisensi dari jerman.
2. Product distribution franchising
Dalam tipe ini, franchisee memperoleh hak untuk distribusi di wilayah tertentu, misalnya soft drink, cosmetics.
3. pure franchising/ bisiness format
dalam tipe ini franchisee memperoleh hak sepenuhnya, mulai dari trademark, penjualan, peralatan, metode operasi, strategi pemasaran, bantuan manajemen dan teknik, pengendalian kualitas, dan lain-lain. Contohnya adalah restaurant, fash food, pendidikan, dan konsultan.
Keuntungan dan kerugian franchising
Keuntungan memasuki pasar internasional dengan bisnis franchising, adalah :
• pengalaman dan factor sukses
• bantuan keuangan dari franchising
• brand nama dan reputasi
• bisnis sudah terbangun
• terdapat standar mutu
• biaya produksi rendah
• kesiapan manajemen
• bantuan manajeman dan teknik
• frofit lebih tonggi
• perlindungan wilayah
• memperoleh manfaat market research dan product development
• resiko gagal kecil
• franchisor memberikan banyak bantuan, kepada franchisee.
Kerugian-kerugian franchising :
• program latihan franchisor terkadang jauh dari harapan
• franchisor hanya sedikit memberikan kebebasan
Isi
FRANCHISE
“ KEBAB TURKI BABA RAFI “
Dari Lidah Turun ke Bisnis
Hendy Setiono Pemilik Kebab Turki Baba Rafi
Ide bisnis bisa muncul kapan saja, di mana saja. Hendry Setiono 26 tahun, misalnya, menemukan ide bisnis setelah mencoba makanan khas timur tengah, Kebab. Pada Mei 2003, Arek Suroboyo ini mengunjungi ayahnya yang bertugas di perusahaan minyak di Qatar. Selama di negri minyak itu, dia banyak menemui kedai kebab yang dijual beli warga setempat. Karena penasaran, akhirnya ia pun mencobanya. “ Ternyata , rasanya sangat enak. Saya tak menduga sebelumya,” ungkap Hendy.
Tak hanya enak dan perut kenyang, sejak saat itu, benak pria yang makan ini, mulai didominasi oleh keinginan untuk membuka usaha kebab di tanah ai. Makanya selama di Qatar, dia juga memanfaatkan waktu untuk berburu resep kebab, terutama di kedai kebab yang ramai pengunjungnya. Alasanya sederhana selain rasanya enak, ia melihat belum banyak usaha semacam itu di Tanah Air. Padahal di Indonesia terdapat warga keturunan Timur Tengah yang menyebar di berbagai kota. Orang Indonesia juga banyak naik haji atau umrah. Biasanya, mereka pernah merasakan kebab di Makkah atau Madinah. “Nah, Mereka bisa bernostalgia makan kebab di outlet saya,” katanya.
Dari sekian jenis kebab yang dicobanaya, sulung dua bersaudara pasang Ir. Bambang Sudino dan Endah Setijowati, berpendapat kebab dari Istambul, Turki, Yang palin enak. Karena itu, dia menggunakan “ Trade Mark “ Turki itu menarik calon pelanggan.
MENCARI PARTNER
Mengawali sebuah bisnis memang tidak mudah. Namun keinginan untuk membuak uasaha kebab tak terbendung lagi. Begitu tiba di Surabaya, Hendy langsung menyusun strategi bisnis. Hal pertama yang di lakukan adalah mencari rekan bisnis. Ayah tiga anak ini tidak ingin usahanya asal-asalan. Ia kemudian bertemu Hasan Baraja, kawan bisnisnya yang kebetulan juga senang seni kuliner.
Mereka kemudian sepakat untuk melakukan bisnis yang syarat “ Trial and Error “. Hal ini dilakukan untuk menjajaki peluang bisnis,
Pangsa pasar, serta resep kebab yang darpat di terima di lidah orang Surabaya. Ia mengaku pernah membuat kebab dari resep dari Qatar yang rasa kapulaga dan cengkehnya kuat. Anmun terntyata tidak ssuka begitu di sukai konsimen. Ukuranya pun terlalu besar. Oleh sebab itu, ia memodivikasi rasa dan ukuran yang pas sehingga rasa nya sangat familiar dengan oran-oarang Indonesia. Hingga akhirnya, terciptalah resep kebab turki ala Hendy dan Hasan. Kombinasi bahan yang digunakan membuat lidah tergiur orang di Indonesia. Bayangkan daging panggang berbumbu menyebabkan aroma yang membangkitkan selera. Ditingkahi irisan sayur segar, mayonnaise, saus tomat dan sambal istimewa, dengan penyajian menarik di gulung di dalam lembaran tortilla yang lembut.
Proses memformulasikan resep yang tepat manbutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Dengan modal sekitar 10 juta ruprih,pada September 2003, gerobak jualan kebab pertamanya mulai beropresi. Masa-masa awal usahanya, diakui Hendy sangat berat. Pernah, sejumlah uang untuk berjualan dibawa lari oleh karyawanya. Turn Over karyawan juga sangat tinggi. Baru beberapa minggu bekerja, karyawan sudah minta keluar . bahkan, ia dan isrinya, Nilamsari, suatau ketika harus berjualan sendiri. Namun , karena kebetulan hari hujan, tak banyakorang utuk berjajan . “Uang hasil berjualan hari itu digunakan untuk membeli makan di warung seafood saja tak cukup.
Karena tak inin setengah-setengah dalam menjalankan usaha kebabnya, ia kemudian memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliah di Fakultas Teknik Informatika, Istitut Surabaya ( ITS ), hingga akhirnya harus putus sekolah. Tentu saja hal itu sangat mengecewakan orang tuanya . namun Hendy berjanji tidak akan menyia-nyiakan bisnisnya sebagai pengelola kebab turki, suatu janji akan di buktikan dengan jitu.
GO INTERNATIONAL
Strategi promosi kebab turki dan publikasai kebab turki baba rafi jelaskualitas adalah segalanya. Oleh sebab itu, Baba Rafi menyiapkan pasukan khusus untuk quality control yang selalu memantau kondisi setiap outlet. Berdiri dibawah didivisi Quality Control and maitenance, divisi itu bertugas mengecek dan mempertahankan kualitas rasa, pelayanan, kebersihan, serta value produk. Sebagai pendukung, usaha kebab ini menyediakan line telepon khusus bagi konsumen untuk menyampaikan komplain bila kualitas mengecewakan.
Salah satu faktor yang membuat Kebab Baba Rafi banyak di gemari adalah inovasi yang tiada hentinya diciptakan. Misalnya, dengan adanya diferensiasi istilah penanaman menu, seperti Winner Kebab, Hotdog Jumbo, Syawarma, Kebab isi sosis istimewa, Kebab Gila ( kebab yang isi porsi lebih kecil ) ataupun kebab Picok ( pisang coklat ). Harganya pun sangat terjangkau, masih di bawah 10 ribuan rupiah.Hendy juga mengadopsi strategi marketting klasik, yaitu lokasi, dan lokasi.ia selalu memilih lokasi berdagang di tengah-tengah keramaian dan mengunakan warna-warna mencolokagar terkesan familiar ( eye catcthing ) dan gampang di ingat ( memorable ).
Inovasi unik lainya adalah cara pengolahan. Baba Rafi menggunakan teknik mengolah daging dengan di asap, bukan digoreng daging Berukuran besar diasap dulu, lantas dipotong dan di iris iris, denhgan aroma asap yang menjadi ciri khas sendiri. Jenis-jenis bumbunya pun di sesuaikan dengan lidah lokal, misalnya bila bumbu Turki asalnya lebih crispy, maka bumbu baba rafi tidak terlalu tajam cenderung ke arah manis.
Hasil, trik dan strategi di stas memikat banayak penggemar. Bahkan KebabTurki banyak menarik masyarakat untuk bermitra. Hendy berupaya untuk mematenkan usahanya mendirikan usahanya dengan mendirikan perusahaan dengan manajemen PT. BABA RAFI INDONESIA. Perusahaa ini kemudian memerlukan penawaran kerjasama dengan bentuk “ franchise” dengan “brand” KEBAB TURKI BABA RAFI.
Ia menyediakan beberapa tipe penawaran. Misalnya, ada paket gerobak untuk outdoor franchise-nya dijual dengan harga Rp. 50 juta. Tipe Booth dan Dine In, keduanya ingi berkonsep outdoor, ditawarkan seharga Rp. 100 juta, sementara konsep outdoor outlet harganya Rp. 90 juta. “model cefe,franchise feesebesar Rp. 80 juta dan di tambah intirial invesment sekitar Rp. 100 juta, imbuh Prsident Direktur Baba Rafi Indonesia tersebut.
Calon Franchise tidak usah khawatir, sebab dukungan yang diperoleh meliputi hampir semua aspek, mulai dari studi kelayakan, layout restoran, standart pelayanan, pelatihan jaminan bahan baku ,paket promosi, termasuk quqlty kontrol, maintenance, manual book, di counter alat burner kebab, dan perlengkapan counter kebab yang lengkap Disebutkan, tingkat keberhasilan cabang hingga 99%, alias resiko kegagalan usaha sangatlah kecil.
Satu hal yang luar biasa, Hendy hanya perlu waktu 3-4 tahun untuk mengembangkan sayap di mana-mana. Kini berkat ketekunan dan kegigihanya, usaha kebabnya telah memiliki lebih dari 375 outlet di seluruh Indonesia yang mempekerjakan sebanyak 173 karyawan . hendy juga melebarkan sayap dengan mengakuisisiusaha roti Maryam aba-abi. Saat ini, usaha roti tersebut telah memiliki 30 an yang tersebar di pulau jawa dan bali. Omsetnya bisa mencapai Rp. 15,8 miliar per tahun.
Dalam waktu dekat, Hendy akan menawarkan frenchise usaha pizza denagn merk “ pizzamiza”. Saat ini pizzamiza masih di kelolakan secara mandiridan sudah muli beroperasi sebanyak lima outlet di Surabaya.
Strategi bisnis Hendy juga meliputi publikasi dari berbagai media termasuk media termasuk cetak maupun elektronik. Bahkan berkat tayangan usaha kebab turki Baba Rafidi Televisi BBc London dan Majalah Buissnes WeekInternational, kini permintaan kerjasama dari pihak asing berdatangan. Ada orang asing menawarinya membuka Outlet di Trinidad & Tobago serta Kamboja. Namun yang diutamakanya adalah pengembangan usahanya di Malaysia dan di Thailand.
“ saya belajar dari para pengusaha sukses. Salah satunya, Bill Gates. Dia bisa mendirikan kerajaan Microsoft, meski tidak tamat sekolah. Jadi intinya untuk menjadi orang sukses tidak harus memiliki gelar akademis dan indeks prestasi ( IP ) tinggi, “ tegasnya sambil tertawa”
BIODATA :
Hendy Setiono
Surabaya, 30 Maret 1993
E-mail : hendy@babarafi.com
PENDIDIKAN
2003-2004 Advace Diploma of E-commence Informatics Computer School Singapore Education.
2002-2003 Diploma of E-Commerce Informatics Computer School Singapore Educataion.
2000-2002 Teknik Informatika Institute Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) hingga Semester 4
NAMA USAHA
PT. Baba Rafi (Waralaba makanan)
Website. http://www.babarafi.com
Alamat. Ruko Manyar Garden Regency kav. 29-30. Jl. Ngiden Semolo 109, Surabaya. JawaTimur
Telp. 031 5999975, Fax: 031 5992405
Email support@babarafi.com
KELEZATAN KEBAB HENDY SETIONO
SEJARAH DAN PERADABAN dunia membuktikan bahwa perubahan senang tiasa di mulai oleh generasi muda. Seratua tahun yang lalu, generasi muda yang mendirikan Organisasi Boedi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 telah membuat Indonesia merdeka. Salah satu contoh generasi muda yang mampu membuat perubahan adalah Hendy Setiono, lewat sajian lezatnya kebab turki Baba Rafi.
Q : Bisa di jelaskan bagaimana awalnya berwirausaha kebab…?
A : Awalnya berasal dari hobi. Kebetulan hoby saya makan. Pada saat ada kesempatan berlibur ke Qatar, salah satu Negara dui Timur tengah, saya terkagum menyaksikan populernya makanan bernama kebab itu. Pada saat mencoba, Wah, ini rasanya kok enak banget. Dan munculah ide untuk membawa menu kebab ke Indonesia. Saya mulai mencobanaya di Surabaya lima tahun yang lalu dengan menggunakan satu buah gerai gerobak. Dan Alhamdullilah ternyata sekarang telah berkembang lebih dari 352 outlet di lima puluh kota di seluruh Indonesia.
Q : Mengapa di beri nama “Baba” ..?
A : Betul, saat itu saya terpikir menggunakan nama “ Kebab Turki Baba Rafi “. Rafi sebenarnya anak saya yang pertama. Sementara” Baba “ adalah “ Bapak “ Kebab Turki Bapaknya Rafi.
Q : Langsung berkembang besar…? Apa saja tantanganya..?
A : Ya pasti. Bisnis ini tidak langsung berhasil, harus melalui proses perjuangan yang berliku. Terutama pada saat awal, ketika saya masih sering terjun untuk berjualan sendiri. Saat itu musim hujan, sehingga omzet penjualanya tidak begitu bagus. Tapi karena saya semangat terus OPTIMIST, akhirnya bisa berkembang, terus berjalan hingga sekarang. Saya juga harus mengedukasi pasar. Banyak orang bertanya-tanya, “ apa sih ini kebab?” Setelah mencoba. Dan penasaran dengan menu kebab, beberapa orang merasa cocok dengan rasanya. Besoknya mereka kembali lagi, dan mulai membeli bersama teman dan keluarganya.
Q : Beratkah bagi seseorang yang berpendidikan tinggi lalu banting setir menjadi pedagang..?
A : Yaaa, Betul. Ada perasaan yang malu dan gengsi, terutama di awal-awal. Tapi saya mencoba untuk melawan perasaan tersebut. Saya camkan bahwa kita harus mencoba untuk melawan perasaan tersebut. Saya camkan bahwa kita harus memulai sesuatu dari yang kecil dahulu.
Q : Bagaimana halnya penyesuaian cita rasa..?
A : Kami harus memodivikasi rsa supaya dengan lidah orang Indonesia. Setelah di modivikasi tekstur bumbunya, pembeli lebih suka dengan rasanya. Sebelum saya launching pun saya memberiakn sampel ke teman-teman dan saudara dekat saya untuk memperoleh masukan. Setelah dapat komposisi final baru di lempar ke pasar.
Q : Lalu anda mengambil keputusan untuk Franchise. Kenapa..? kenapa tidak di kerjakan sendiri saja…? kan anda bisa mendapat keuntungan begitu besar di seluruh Indonesia.
A : Mungkin karena tangan saya terbatas. Saat ingin membuka di Aceh, atau di saat saya ingin membuka di Ambon, tangan saya belum sampai ke sana. Selain itu, saya tidak kenal konsumenya di sana sepertia apa. Akhirnya saya memilih franchise untuk pengembanagn outlet Kebab Turki Baba Rafi ini. Supaya ada perpanjangan tanag sekaligus sebagai orang yang sudah ada di local market daerah tersebut. Di saat pesaing-pesaing mulai masuk pasar dengan suatu brand baru, mereka akan berhadapan dengan KebabTurki Baba Rafi yang memiliki 300 outlet lebih. Makanya saya selalu Optimist. Untungnya hingga saat ini belum ada kompetitior dan mudah-mudahan kedepanya tidak ada. Walau saya sendiri melihat kompetitor atau pebisnis yang menjalankan usaha sejenis bukan selau sebagai lawan, sebenarnya sebagai mitra juga . ibarat lomba lari, kalau saya larinya sendirian – kalau saya berjualan kebab sendirian – saya cenderung santai. Ahh begini saja sudah enak, kok. Tapi di saat sudah mulai ada pesaingnya, mulai ada yang mengikuti jejak kita, saya justru berlari cepat, lebih bersemangat.
Referensi
http://www.wikipedia.com
http://www.wirausahamudamandiri.co.id
hendy@babarafi.com
http://www.babarafi.com
support@babarafi.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s